Sabtu, 29 Maret 2014

Menyenangkan suami apabila dipandang olehnya

2. Menyenangkan suami apabila dipandang olehnya.

Kewajiban istri selanjutnya adalah senantiasa menampakkan raut wajah yang menyenangkan dan
sedap di pandang mata suaminya. Biasanya, ketika penat menimpa seorang lelaki karena pekerjaan
kantor atau selainnya yang dikerjakan seharian di luar rumah akan hilang dan sirna tatkala melihat
istri dan anak-anaknya menyambut kepulangannya dengan penuh kerinduan dan kegembiraan.
Dari sebab itu, hendaknya seorang istri yang shalihah itu selalu berusaha menjadi penyejuk mata
suaminya dalam setiap keadaan dan setiap waktu.

Dari Sa’d dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga yang membahagiakan dan tiga
yang menyengsarakan. Adapun tiga yang membahagiakan adalah 
1). Istri yang shalihah yang jika
engkau melihatnya, ia akan mempesonakan dirimu dan ketika engkau sedang tidak berada disisinya
maka dirinya dan hartamu akan terasa aman.  
2). Kendaraan   yang mudah (dikendarai) lalu akan
membawamu kepada para shahabatmu. Dan 
3) rumah lapang yang banyak peralatannya. Adapun
tiga yang menyengsarakan adalah, 
1). Istri yang jika engkau melihatnya, ia akan membuatmu tidak
suka, ia juga menggunakan lisannya untuk menyusahkanmu dan apabila engkau tidak berada di
sisinya, dirinya dan hartamu tidak akan aman karenanya. 
2). Kendaraan yang lamban, apabila
engkau memukulinya ia akan membuatmu letih tetapi jika engkau membiarkannya ia tidak akan
membawamu menjumpai para shahabatmu. Dan 
3). Rumah yang sempit lagipula peralatannya
sedikit”. [HR al-Hakim. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan]. [74]

Dari Abu Dzarr berkata, Nabi Shallalahu alaihi wa sallam bersabda kepadaku, “Janganlah engkau
meremehkan kebaikan sedikitpun meskipun engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah
yang ceria”. [HR Muslim: 2626, at-Turmudziy: 1833 dan Ahmad: V/ 63, 64, 173. Berkata asy-Syaikh
al-Albaniy: Shahih]. [75]

Dari Abu Jurriy Jabir bin Salim berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam,
“Janganlah engkau menganggap remeh perbuatan baik sedikitpun dan hendaklah engkau berbicara
kepada saudaramu itu dengan (menunjukkan) wajah yang gembira kepadanya. Sesungguhnya yang
demikian itu termasuk perbuatan baik”. [HR Abu Dawud: 4084 dan Ahmad: IV/ 65, V/ 64. Berkata
asy-Syaikh al-Albniy: Shahih]. [76] 

Suami  adalah  orang  yang  paling  berhak  dijumpai  istrinya  dengan  wajah  yang  ceria  dan
menampakkan wajah yang senang daripada selainnya. Karena hal itu merupakan hak bagi suami,
apalagi ia hidup bersama suaminya dalam satu atap dan gedung yang sama. Tidur bersamanya di
dalam satu kamar dan dalam satu tempat pembaringan. Menyantap makanan bersamanya dari satu
meja makan dengan hidangan yang sama, dan minuman yang sama dengan perabotan makan yang
sama. Mandi bersamanya di dalam kamar mandi yang satu dengan air dan gayung atau shower yang
sama, dan sebagainya. Lalu apakah seorang suami akan merasa senang dan berbahagia jika ia
tinggal bersama istrinya yang selalu menampakkan wajah yang muram, masam lagi memberengut
dan juga senantiasa memperlihatkan akhlak yang tercela kepadanya?. 

Apalagi Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah menerangkan bahwa diantara kebahagian
seorang lelaki adalah memiliki istri yang shalihah yang jika dilihat olehnya, ia akan terpesona akan
kemurahan senyum istrinya dan keceriaan wajahnya kendatipun wajah istrinya itu kurang cantik
dan menarik. Keletihan dan kepenatan setelah mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah dan
mengurusi anak-anak tidak menghalangi wanita shalihah untuk menemui suami tercintanya
dengan senyuman yang mengembang penuh rasa cinta. 

Dan termasuk dari kesengsaraan seorang suami adalah mempunyai istri yang buruk yang jika
dilihat olehnya, ia akan merasa kesal dan jengkel akan kemuraman wajah istrinya dan ketidak
acuhan atas kehadirannya meskipun istrinya adalah seorang yang sangat cantik jelita dan elok tiada
terkira. Apalagi jika lidah istrinya itu sangat tajam mencerca kekurangannya, tidak pernah merasa
puas atas pemberiannya, berusaha menguasai semua harta pendapatannya tanpa tersisa, mudah
menggunjing dirinya kepada orang lain tanpa rasa sungkan dan iba, dan lain sebagainya.
Disqus Comments

Postingan Populer