Sabtu, 29 Mac 2014

Hak Isteri Atas Suami

Hak Isteri Atas Suami

Hak dan kewajiban adalah suatu kata yang dipahami oleh mayoritas manusia. Sehingga setiap
mereka  suka  menuntut  haknya  namun  ia  terkadang  lupa  atau  lalai  untuk  menunaikan
kewajibannya. Di antara jenis hak dan kewajiban misalnya adalah hak Allah ta’ala atas hamba-Nya
dan hak hamba atas Allah ta’ala. Hak Allah Azza wa Jalla adalah kewajiban para hamba untuk
menunaikannya dengan benar. Sedangkan hak para hamba atas Allah adalah kewajiban Allah ta’ala
yang akan Ia berikan kepada para hamba-Nya yang telah menunaikan kewajiban mereka dengan
benar. Hak Allah atas hamba adalah mereka menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya
dengan sesuatupun. Sedangkan hak para hamba atas Allah adalah Allah tidak mengadzab para
hambanya yang tidak berbuat syirik, sebagaimana di dalam hadits di bawah ini,


Dari Mu’adz bin Jabal radliyallahu anhu berkata, aku pernah dibonceng Nabi Shallallahu alaihi wa
sallam di atas seekor keledai yang diberi nama Ufair. Beliau bertanya, “Wahai Mu’adz, apakah
engkau tahu hak Allah atas para hamba-Nya dan hak para hamba atas Allah?”. Aku menjawab, “Allah
dan Rosul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda,
   
“Hak Allah atas para hamba adalah mereka mengibadahi-Nya dan tidak mempersekutukan sesuatu
dengan-Nya (yakni tidak berbuat syirik kepada Allah). Sedangkan hak para hamba atas Allah adalah
Allah tidak akan mengadzab orang yang tidak mempersekutukan sesuatu dengan-Nya”. Aku
berkata,  “Wahai  Rosulullah,  bolehkan  aku  memberitakan  kabar  gembira  ini  kepada
manusia?”.  Beliau bersabda, “Janganlah engkau mengabarkan ini kepada mereka, niscaya mereka
nanti akan bergantung (kepadanya)”. [HR al-Bukhoriy: 2856, 5967, 6267, 6500, 7373, Muslim: 30,
Ibnu Majah: 4296 dan Ahmad: V/ 228, 230, 234. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].[1]

Begitupun di dalam rumah tangga, masing-masing suami istri mempunyai hak dan kewajiban. Hak
istri adalah kewajiban bagi suami untuk menunaikannya sebaik-baiknya. Dan hak suami adalah
kewajiban bagi istri untuk menunaikannya sebaik-baiknya. Jadi setiap satu dari mereka mesti
mengenal hak-hak pasangan hidupnya dengan baik dan berusaha dengan maksimal dan optimal
untuk menunaikan kewajiban mereka masing-masing kepada pasangannya tersebut. Hal ini telah
disinggung oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam di dalam dalil berikut,





Dari Sulaiman bin Amr bin al-Ahwash berkata, Ayahku pernah bercerita kepadaku bahwasanya ia
pernah menyaksikan haji wada’ bersama Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Ingatlah sesungguhnya istri-istri kalian mempunyai hak atas kalian dan kalianpun mempunyai hak
atas istri-istri kalian”. [HR at-Turmudziy: 1163, Ibnu Majah: 1851 dan Ahmad: V/ 72, 73. Berkata
asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan]. [2]
Berkata asy-Syaikh Salim bin Ied al-Hilaliy hafizhohullah, “Laki-laki itu mempunyai beberapa hak
dan wanita juga memiliki beberapa hak”. [3]
Adapun beberapa hak para istri atas suami mereka, yang dapat dipaparkan disini adalah sebagai
berikut,(bersambung... artikel berikutnya)



 (assunnah-qatar.com)
Disqus Comments