Sabtu, 29 Mac 2014

Melayani suaminya dengan baik | Menggapai Keluarga Sakinah

 9. Melayani suaminya dengan baik.


Tugas dan kewajiban pokok wanita adalah menyiapkan segala kebutuhan suami dan anak-anaknya
di rumahnya. Di antara tugasnya adalah membersihkan rumah dan halamannya, yakni menyapu,
mengepel dan membersihkan setiap sudut rumahnya. Mencuci berbagai perabotan rumah tangga
yang kotor yaitu piring, gelas, sendok dan selainnya. Mencuci, menjemur dan menyetrika pakaian-pakaian yang kotor dan lusuh anggota keluarganya. Belanja, memasak dan menghidangkan
makanan di waktu pagi, siang dan malam hari agar terisi setiap perut anggota keluarganya tersebut.
Dan masih banyak yang lainnya. Memang berat dan melelahkan, namun memiliki manfaat dan
pahala yang besar baginya di dunia dan akhirat.


Dari Ali bahwasanya Fathimah pernah mengeluhkan apa yang diperoleh dari batu penggilingan
(berupa luka atau lecet) pada tangannya. Datanglah tawanan kepada Nabi Shallallahu alaihi wa
sallam (untuk melayani kaum muslimin). Lalu Fathimah pergi (mencari Beliau), namun ia tidak
menjumpainya, dan ia bertemu dengan Aisyah. Lalu Fathimah menceritakan (keperluannya) kepada
Aisyah. Ketika Nabi Shallalahu alaihi wa sallam datang, Aisyahpun mengabarkan kedatangan
Fathimah kepadanya. Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mendatangi kami sedangkan
kami telah berada di pembaringan kami. Lalu kami bangkit (untuk menemuinya), maka Nabi
Shallalahu alaihi wa sallam bersabda, “Hendaklah kalian tetap di tempat kalian!”. Lalu Beliau duduk
di antara kami berdua sehingga aku dapatkan rasa dingin kaki Beliau pada dadaku. Kemudian Beliau
bersabda, “Maukah kuajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian
minta?”.  Apabila  kalian  hendak  berbaring  tidur,  hendaklah  kalian  bertakbir  kepada  Allah
(mengucapkan Allahu akbar) sebanyak 34 kali, bertasbih (mengucapkan subhanallah) sebanyak 33
kali dan bertahmid (mengucapkan alhamdulillah) sebanyak 33 kali. Maka semua itu lebih baik bagi
kalian berdua daripada seorang pelayan”. [HR Muslim: 2727, al-Bukhoriy: 3113, 3705, 5361, 5362,
6318, at-Turmudziy: 3408, Abu Dawud: 5062 dan Ahmad: I/ 106-107. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [114]

Di dalam riwayat Ahmad, Fathimah radliyallahu anha berkata,

“Dan demi Allah, aku telah terbiasa menggiling (tepung) sehingga kedua tanganku melepuh”. 

Dari Asma binti Abu Bakar berkata, “Zubair telah menikahiku sedangkan ia tidak memilki harta,
budak atau sesuatupun untuk mengurus ladangnya kecuali kudanya”. Ia berkata lagi, “Akulah yang
memberi  makan  kudanya,  mencukupi  makanannya,  mengurusnya,  menumbuk  bebijian,
menyiapkan makanan untuknya, mengambilkan air, menjaga tempat airnya, membuat adonan
sedangkan aku belum pandai membuat roti maka para tetanggaku dari kalangan Anshor yang
membuatkannya untukku dan mereka adalah para wanita yang baik (hati)”. Ia berkata lagi, “Aku
memindahkan (mengangkut) biji-bijian (hasil panen) di atas kepalaku dari ladangnya Zubair yang
telah diberi oleh Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam, sejarak 2/3 farsakh”. [HR Muslim: 2182
dan Ahmad: VI/ 347. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih dan juga dishahihkan oleh Syu’aib al-Arna’uth dan Abdulqodir al-Arna’uth]. [115]

Dari Asma binti Abu Bakar berkata, “Aku melayani Zubair (suaminya). Ia memiliki seekor kuda dan
akulah yang merawat (kuda)nya. Tidak ada pelayanan yang lebih berat bagiku daripada menjaga
kudanya. Akulah yang mencarikan rumput untuknya, menjaga, merawat dan memberikan (makan)
biji-bijian untuknya. Kemudian Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam memberikan kepadanya
seorang pelayan. Asma berkata, “Maka telah mencukupiku dari merawat kudanya dan hilanglah satu
kesulitan dariku”. [HR Ahmad: VI/ 352. Syu’aib al-Arna’uth dan Abdulqodir al-Arna’uth telah
mengshahihkan hadits ini]. [116]

Dalil-dalil hadits dan atsar di atas menggambarkan tugas dan pekerjaan para istri di zaman
Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Fathimah binti Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang
menumbuk gandum dengan tangannya sendiri sampai kedua tangannya melepuh dan lecet, ia
melakukan hal tersebut untuk membuat tepung yang akan dibuat roti sebagai makanan anggota
keluarganya.
Asma binti Abu Bakar radliyallahu anhuma yang menumbuk gandumnya sendiri dan membuat
adonan  dan  roti  makanan  keluarganya  meskipun  dengan  bantuan  tetangganya.  Membantu
mengurusi kuda suaminya dari mencari rumput dan mencarikan air untuk minum kuda suaminya.
Membantu suaminya Zubair di ladang dan ikut memikul hasil panennya ke rumahnya dan
sebagainya.
Dan masih banyak lagi kisah wanita-wanita shalihah terdahulu yang dapat dijadikan ibrah dan
pelajaran dari mereka, dengan berbagai kiprah mereka dalam mengabdikan diri mereka kepada
Allah ta’ala dengan cara berbakti kepada para suami mereka.
Disqus Comments