Sabtu, 29 Mac 2014

Mengajak dan Memotivasi Ibadah Kepada-Nya.

3. Mengajak dan Memotivasi Ibadah Kepada-Nya.

Namun menyelamatkan istri tercinta dari jilatan api neraka itu dapat juga dengan cara menyuruh
dan memotivasi mereka untuk mengerjakan berbagai amal shalih, semisal mengerjakan sholat,
berpuasa, bersedekah, membaca alqur’an, menutup aurat, mengkaji ajaran agama dengan benar
untuk memperbaiki akidah, ibadah dan akhlaknya, dan lain sebagainya.
Hal ini sebagaimana telah diperintahkan Allah ta’ala dan Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam di
dalam dalil-dalil berikut ini,


''Dan  perintahkanlah  kepada  keluargamu  mendirikan  shalat  dan  bersabarlah  kamu  dalam
mengerjakannya. [QS Thoha/ 20: 132].''

Berkata asy-Syaikh Abu Bakar Jabir al-jaza’iriy hafizhohullah, “Wajibnya menyuruh istri, anak dan
kaum muslimin untuk mengerjakan sholat dan bersabar di dalamnya”. [29] 

''Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,
“Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. [QS al-Ahzab/ 33: 59].

''Dari  Abu  Hurairah  berkata,  telah  bersabda  Rosulullah  Shallallahu  alaihi  wa  sallam,  “Allah
merahmati seorang lelaki yang berdiri di waktu malam untuk sholat dan ia membangunkan istrinya.
Jika ia enggan makan ia perciki wajahnya dengan air”. [HR Abu Dawud: 1308. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan Shahih]. [30]

             ''Dari Abu Sa’id dan Abu hurairah berkata, telah bersabda Rosulullah Shallallahu alaihi wa
sallam, “Barangsiapa yang bangun di waktu malam lalu ia membangunkan istrinya, lalu mereka
sholat berjamaah berdua sebanyak dua rakaat maka dicatat bagi mereka sebagai orang-orang yang
banyak mengingat Allah”. [HR Abu Dawud: 1309 dan al-Hakim: 1230. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy:
Shahih]. [31] 

Suami yang shalih akan sangat memperhatikan pemahaman agama dan amalan harian dari istrinya
yang dicintainya. Sehingga ia suka mengajak istrinya mengerjakan ibadah bersama-sama, semisal
sholat malam, menghadiri kajian-kajian agama, puasa-puasa sunnah, umrah dan haji jika mampu,
bersilaturrahmi kepada kerabat dan shahabat keduanya, membantu anak yatim dan kaum dlu’afa
dan selainnya.
Disqus Comments