Sabtu, 29 Mac 2014

Tidak meminta cerai kepada suaminya tanpa sebab | Menggapai Keluarga Sakinah

10. Tidak meminta cerai kepada suaminya tanpa sebab.


Kewajiban lain dari istri yang shalihah adalah tidak meminta cerai kepada suaminya tanpa sebab
syar’iy. Sebab terkadang jika seorang wanita melihat atau merasakan satu keburukan dari suaminya,
maka akan muncullah rasa kesal dan amarah darinya dan seketika itu pula ia meminta cerai dari
suaminya.
Maka dari sebab itu Nabi Shallallahu alaihi wa sallam telah mengharamkan perbuatan tersebut dan
mengancam setiap wanita yang melakukannya dengan diharamkannya wewangian surga atasnya
dan dicap sebagai wanita munafik. Hal ini sebagaimana di dalam dalil-dalil berikut, 

Dari Tsauban dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, “Siapapun wanita yang meminta cerai kepada
suaminya tanpa sebab niscaya ia tidak akan mencium wewangian surga”. [HR at-Turmudziy: 1187,
Abu Dawud: 2226, Ibnu Majah: 2055, Ahmad: V/ 277 dan ad-Darimiy: II/ 162. Berkata asy-Syaikh
al-Albaniy: Shahih]. [117]

Dari Tsauban dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, “Wanita-wanita yang minta cerai (khulu’)
adalah wanita-wanita munafik”. [HR at-Turmudziy: 1186, an-Nasa’iy: VI/ 168 dan Ahmad: II/ 414.
Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih]. [118]
Demikian sebahagian hak-hak suami yang menjadi tugas dan kewajiban istri untuk menunaikannya
sebaik-baiknya. Namun suami yang baik dan shalih sebaiknya banyak membantu pekerjaan-pekerjaan istrinya jika ada waktu dan kesempata, karena padanya terdapat sesuatu yang dapat
menumbuhkan lagi menambahkan rasa cinta dan sayang dari istrinya. Apalagi jika kondisi istrinya
sedang kurang sehat, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan sebagainya, maka diharapkan
sang suami ringan tangan dalam membantu meringankan pekerjaan istrinya. 

Semoga pembahasan ini dapat bermanfaat bagi para wanita mukminah dan shalihah agar menjadi
istri yang terbaik, karena di dalamnya terdapat banyak manfaat untuknya dan suaminya di dunia
dan akhirat kelak. Khususnya untuk istri dan anak-anak gadisku tercinta dalam mengarungi rumah
tangga mereka.   Semoga mereka menjadi wanita-wanita mukminah lagi shalihah yang dapat
membantu para suami dan anak-anak mereka untuk meraih surga yang penuh kenikmatan dan
dijauhkan dari neraka yang penuh dengan kesengsaraan.  Amin Ya Mujibas Sa’ilin..

Dan orang orang yang berkata, “Wahai Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami
dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa”. [QS al-Furqan/ 25: 74].
Wallahu a’lam bi ash-Showab.
____________________________________________________________________________________________________________________________

Disqus Comments