Selasa, 2 Oktober 2018

Mulai Sekarang Jauhi AKAD RIBA

KEBAYANG NGGK??


KETIKA KAMPUNGMU DILANDA BENCANA:

HUJAN BATU !

GEMPA BUMI !

TSUNAMI !

BANJIR !

LONGSOR !


SEDANGKAN  :

RUMAH BELUM LUNAS ( AKAD RIBA)

MOBIL BELUM LUNAS ( AKAD RIBA)

MOTOR BELUM LUNAS ( AKAD RIBA)

BELUM LAGI GADAI SK ( AKAD RIBA)


LALU KITA TERKENA BENCANA YANG DAHSYAT ITU, LALU KITA CACAT ATAU MATI( BELUM SEMPAT TOBAT).

APAKAH KITA BISA MASUK SURGA  ?????


JAWABNYA JANGAN DISINI, TETAPI JAWABLAH DIDALAM HATI ANDA DENGAN CARA ILMIAH DAN MEMPUNYA DALIL.


JANGAN ANDA PAKSAKAN NAFSU ANDA UNTUK MEMBANTAH TULISAN DIATAS,  TETAPI BANTAHLAH ==5444Cr44++DENGAN ILMU.


TERKADANG KITA MEYAKINI SESUATU KEBIASAAN YANG SUDAH BANYAK TERSEBAR DIMASYARAKAT ADALAH SESUATU HAL YANG DIPERBOLEHKAN DALAM AGAMA KITA. DITAMBAH LAGI ADA DALIL DALIL LEMAH YANG DIBAWAKAN OLEH DA’I KONDANG, SEHINGGA MEMBUAT MEREKA TAMBAH BERAT UNTUK MENINGGALKAN SISA RIBA TERSEBUT.


SARAN SAYA SEBAGAI PENULIS :


JIKA BELUM MAMPU BELI RUMAH SEBAIKNYA NUMPANG KE ORTU ATAU NGONTRAK SAJA DULU.

JIKA BELUM MAMPU UNTUK BELI MOBIL SEBAIKNYA SEWA AJA DULU.

UNTUK BELI MOTOR SEBAIKNYA BELI SECOND AJA YANG MASIH LAYAK PAKAI. JGN PAKSAKAN DIRI BELI BARU DAN AKHIRNYA MASUK KE JURANG RIBA

GADAI SK PEGAWAI, SEBAIKNYA DIHINDARI. KARENA AKAD TERSEBUT DENGAN RIBA.



Di antara dalil Al Qur’an yang mengharamkan bentuk riba adalah firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imron: 130)

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275)
Di antara dalil haramnya riba dari As Sunnah adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa memakan riba termasuk dosa besar.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ « الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ »
“Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “[1] Menyekutukan Allah, [2] Sihir, [3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, [4] Memakan harta anak yatim, [5] memakan riba, [6] melarikan diri dari medan peperangan, [7] menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi (bahwa ia dituduh berzina).” (HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melaknat para rentenir (pemakan riba), yang mencari pinjaman dari riba, bahkan setiap orang yang ikut menolong dalam mu’amalah ribawi juga ikut terlaknat.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang menyerahkan riba (nasabah), pencatat riba (sekretaris) dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”(HR. Muslim no. 1598)

Maksud perkataan “mereka semua itu sama”, Syaikh Shafiyurraahman Al Mubarakfury mengatakan, “Yaitu sama dalam dosa atau sama dalam beramal dengan yang haram. Walaupun mungkin bisa berbeda dosa mereka atau masing-masing dari mereka dari yang lainnya.” (Minnatul Mun’im fi Syarhi Shohihil Muslim, 3/64)



Baca Selengkapnya : https://rumaysho.com/358-memakan-satu-dirham-dari-hasil-riba.html




Disqus Comments